Thursday, March 10, 2011

KEDUDUKAN WANITA DALAM ISLAM

مَكَانَةُ المََرْأَةِ فىِ اْلإسْلاَمِ
بسم الله الرحمن الرحيم

MUQADDIMAH
     Wanita dalam Islam mendapat tempat yang mulia, tidak seperti dituuduhkan oleh sementara masyarakat, nahwa Islam tidak menempatkan wanita sebagai subordinat dalam tatanan kehidupan masyarakat. Kedudukan mulia kaum wanita ditegaskan dalam banyak hadits, diantaranya:
الجنة تحت أقدام الأمهات (الحديث)
Suraga di bawah telapak kaki ibu. (Hadits)
جاء رجل الى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: من احق الناس بحسن صحابة؟ قال: أمك. قال ثم من؟ قال: ثم أمك. قال ثم من؟ قال: ثم أمك. قال ثم من؟ قال: ثم أبوك. (رواه البخاري ومسلم)
Seorang sahabat datang kepada NabiSaw. Kemudian bertanya: “Siapakah manusia yang paling berhak untuk dihormati?” Nabi menjawab “Ibumu” kemudian siapa wahai Nabi?, “Ibumu” jwab Nabi lagi, “kemudian siapa lagi wahai Nabi?, “Ibumu” kemudian siapa wahai Nabi? “bapakmu” jawab nabi. (HR. Bukhari Muslim)

Islam memberikan hak wanita yang sama dengan laki-laki untuk memberikan pengabdian yang sama kepada agama, nusa, bangsa dan negara. Ini ditegaskan dalam al-qur’an dan al-Hadits, antara lain sebagai berikut:
ومن عمل صالحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فأولئك يدخلون الجنة يرزقون فيها بغير حساب (المؤمن: 40)
Dan barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laiki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga,mereka diberi rizqi di dalamnya tanpa hisab. (QS. Al-Mukmin: 40)


Sunday, January 9, 2011

TAKHALLI, TAHALLI, TAJALLI

Manusia dilengkapi oleh Allah dua hal pokok, yaitu jasmani dan rohani. Dua hal ini memiliki keperluan masing-masing. Jasmani membutuhkan makan, minum, pelampiasan syahwat, keindahan, pakaian, perhiasan-perhiasan dan kemasyhuran. Rohani, pada sisi lain, membutuhkan kedamaian, ketenteraman, kasih-sayang dan cinta.